Beranda
Strategi Portofolio Saham | Pasar Modal
tulus_saktiawan
Januari 25, 2024

Strategi Portofolio Saham | Pasar Modal

Strategi portofolio saham aktif adalah strategi di mana investor aktif menyeleksi saham sesuai berbagai informasi yang didapatkan kemudian melakukan analisa pergerakan harga saham. Investor dengan strategi ini lebih aktif dalam perdagangan saham.

Strategi Portofolio Saham 

Strategi Beli Dan Simpan

Strategi ini pada dasarnya sama dengan strategi beli dan simpan dalam portofolio obligasi. Dalam strategi ini investor membeli sejumlah saham dan tetap memegangnya untuk beberapa waktu tertentu. Tujuan strategi beli dan simpan adalah untuk menghindari biaya transaksi dan biaya tambahan lainnya yang terlalu tinggi. Dalam hal ini, investor percaya bahwa return yang akan diperoleh dari penerapan strategi ini tidak akan jauh berbeda dengan return yang diperoleh jika investor secara aktif membeli dan menjual saham. Pada strategi ini investor sangat mempertimbangkan biaya transaksi dan biaya lainnya dalam melakukan portofolio saham.

Strategi beli dan simpan bisa dilakukan investor dalam komposisi yang terdiri dari banyak saham ataupun hanya beberapa jenis sahamn. Meskipun demikian, investor tetap harus melakukan pemilihan terhadap saham-saham tertentu yang akan dimasukkan dalam portofolionya. Hal terpenting di sini adalah bahwa komposisi tersebut akan bisa diterima sepanjang komposisi saham-saham tersebut mampu memberikan return yang sesuai dengan tingkat return harapan investor. Jika ternyata komposisi yang telah dibentuk mengalami perubahan kinerja, dimana misalnya risiko dari komposisi tersebut meningkat sedangkan return harapan tetap sama, investor tentunya perlu melakukan penyesuaian penyesuaian, seperu mengubair komposisi awal menjadi komposisi baru sehingga sesuai dengan preferensi investor terhadap risiko. Pada strategi beli dan simpan ini investor tidak berarti tidak melakukan apa-apa dan hanya sekadar membeli lalu menyimpan saham yang telah dibelinya tersebut tapi investor juga harus melakukan tindakan rasional dalam berinvestasi. Investor harus pintar pintar memilih saham yang akan dimasukkan dalam investasinya lalu melakukan penyesuaian jika diperlukan. Di samping itu, hasil yang diperoleh dari strategi beli dan simpan ini tentunya harus diinvestasikan kembali untuk meningkatkan kemakmuran investor.

Strategi Mengikuti Indeks


Strategi mengikuti indeks ini dalam prakteknya bisa digambarkan sebagai pembelian instrumen reksa dana atau dana pensiun oleh investor. Strategi investor seperti ini bisa dikategorikan strategi pasif. Dengan membeli instrumen reksa dana, investor berharap bahwa kinerja investasinya pada kumpulan saham-saham dalam instrumen reksa dana sudah merupakan duplikasi dari kinerja indeks pasar. Dengan kata lain, investor berharap akan memperoleh return yang sebanding dengan return pasar. Membeli reksa dana juga akan memberikan keuntungan bagi investor karena biaya transaksi, biaya pencarian informasi, dan komisi konsultasi analis menjadi lebih rendah. Dalam hal ini investor hanya membeli instrumen reksa dana, dan tinggal menunggu return dari reksa dana yang telah dibelinya.

Pada dasarnya semua investor menginginkan return yang setinggi tingginya dari suatu investasi yang dilakukan. Dengan demikian. investor akan selalu mencari jalan agar memperoleh keuntungan yang lebih unggi dibanding biaya yang harus ditanggungnya. Dalam investasi portofolio saham dengan strategi aktif, berbagai cara akan dilakukan investor untuk memperoleh return yang sebanding atau melebihi return pasar.

Tujuan strategi aktif adalah mencapai return portofoliosaham yang melebihi return portofolio saham yang diperoleh melalui strategi pasif. Dengan kata lain, investor akan berusaha memperoleh hasil yang lebih tinggi dibanding return yang diperolch sesama investor lainnya. Mereka secara proaktif mencari informasi tambahan, meningkatkan kemampuan mereka dalam menganalisis informasi informasi yang mempengaruhi kinerja saham, bahkan udak jarang ada yang berani membayar mahal untuk jasa konsultasi analis saham yang terbaik. Semuanya dilakukan untuk meningkatkan return harapan investor. Berikut ini akan dibahas tiga strategi yang biasanya dipakai investor dalam menjalankan strategi aktif portofolio saham.

Strategi Mengikuti Indeks


Strategi mengikuti indeks dalam prakteknya bisa digambarkan sebagai pembelian reksa dana atau dana pensiun oleh invetor. Strategi ini dapat dikategorikan sebagai strategi pasif. Dengan membeli strategi instrumen reksa dana,investor berharap kinerja investasinya pada kumpulan saham-saham dalam instrumen reksa dana sudah merupakan duplikasi dari kinerja indeks pasar. Dengan kata lain investor berharap akan memperoleh return yang sebanding dengan return pasar. Manfaatnya adalah biaya transaksi, biaya pencarian informasi, dan komisi konsultasi analis menjadi lebih rendah. Ide dasarnya adalah untuk mencari keuntungan yang lebih tinggi dari biaya yang harus ditanggung. Dalam hal ini investor hanya membeli instrumen reksa dana,dan tinggal menunggu return dari reksa dana yang telah dibuatnya. Strategi ini bisa dilakukan dengan secara aktif mencari dan membentuk portofolio saham yang bisa memberikan return yang melebihi return yang bisa diperoleh dengan strategi pasif.

Kelebihan strategi pasif 

  • Investor tidak perlu melakukan banyak eksekusi jual beli dalam investasi. Hal tersebut dapat meminimalkan bias dalam analisis dan mengambil keputusan investasi,karenainvestor tidakmudah terpengaruh oleh isu-isu di dalam analisissaham. 
  • Investor melakukan eksekusi jika target-target investor tercapai atau adanya kejadian yang menyebabkan penyimpangan harga saham. Penyimpangan dapat terjadi dalam dua hal,yaitu menyebabkan harga saham naik atau harga saham akan turun secara signifikan.

Pemilihan Saham


Strategi ini merupakan strategi yang paling banyak digunakan dan paling rasional. Dalam hal inu investor secara aktif melakukan analisis dan pemilihan saham-saham terbaik, yaitu saham yang memberikan hubungan tingkat return-risiko yang terbaik dibanding alternatif lainnya. Pemilihan tersebut dilakukan dengan berdasar pada analisis fundamental guna mengetahui prospek saham tersebut dimasa yang akan datang. Dalam hal ini mereka percaya bahwa tindakan aktif yang mereka lakukan akan memberikan return yang lebih besar dibandingkan investor lainnya, yang lainnya mengandalkan strategi investasinya pada strategi pasif.

Seberapa pentingkah pemilihan saham bagi investor? Investor bisa melakukan diversifikasi dengan dua cara, yaitu cara random (naif) maupun dengan cara Markowitz. Artinya, investoe bisa saja memilih saham secara acak tanpa dianalisis terlebih dahulu tegapi manfaat pengurangan risiko dari cara acak ini tidak akan seoptimal jika pemilihan dilakjkan dengan model Markowitz. Dengan memilih saham-saham terbaik dan memasukkan saham tersebut dalam portofolio berarti invesroe akan memperoleh manfaat pengurangan risiko dari tindakan diversifikasi saham. Tindakan ini juga diharapkan bisa meningkatkan return harapan investor.

Investor yang cerdik tentunya akan membeli saham yang nilai intrinsiknya di atas harga pasar(undervalued) dan menjual saham-saham yang nilai intrinsiknya di bawah harga pasar( overvalued). Tindakan investe secara aktif memilih saham lau membuat keputusan menjual atau membeli saham tertentu diharapkan bisa memberikan manfaat bagi investor unuk memperoleh keuntungan daei perubahan harga saham yang terjadi. Manfaat yang diperoleh investor daei kenaikan harga saham dikemudian hari disebut juga sebagai capital gain.

Rotasi Sektor


Strategi ini biasanya dilakukan oleh investor yang berinvestasi pada saham-saham di dalam negeri saja. Dalam hal ini investor bisa melakukan dua cara berikut ini.

  • Melakukan investasi pada saham-saham perusahaan yang bergerak pada sektor tertentu untuk mengantisipasi perubahan siklis ekonomi dikemudian hari. Hal ini dilakukan jika investor yakin bahwa suatu saham pada sektor tertentu akan memberikan return yang lebih tinggi dibanding return pasar. 
  • Melakukan modifikasi atau perubahan terhadap bobot portofolio saham-saham pada sektor industri yang berbeda-beda, untuk mengantisipasi perubaham siklis ekonomi, pertumbuhan dan niali saham perusahaan. Investor akan meningkatkan bobot portofolio pada saham-saham sektor industri yang berprospek cerah di masa datang dan akan mengurangi bobot portofolionya pada saham sektor industri yang berprospek kurang baik.

Rotasi Sektor

Rotasi sector merupakan strategi investasi dimana investor dapat berinvestasi pada sector industry yang diprediksi akan berkinerja kuat selama periodetertentu sesuai siklus ekonomi saat itu.

Rotasi sector biasanya dilakukan oleh investor yang berinvestasi pada saham saham di dalam negeri saja. Ada 2 cara yang dilakukan investor yaitu:

  • Melakukan invstasi pada saham saham perusahaan yang bergerak pada sector tertentu untuk mengantisipasi perubahan siklis ekonomi dikemudian hari.
  • Melakukan modifikasi terhadap bobot portofolio saham-saham pada sector industry yang berbeda-beda, untuk mengantisipasi perubahan siklis ekonomi, pertumbuhan dan nilai saham perusahaan.
Reilly dan Brown (1997) mengkategorikan saham-saham per sector industry menjadi lima, yaitu:
1. Saham-saham sector finansial
2. Saham sector barang konsumen tahan lama
3. Saham sector barang modal
4. Saham sector industry dasar
5. Saham sector barang kebutuhan pokok

rekomendasi sector sektoryang bisa dijadikan pilihan investasi sesuai dengan siklis ekonomi yang terjadi.

Setrategi Momentum Harga 


Ide dasar dari strategi ini adalah adanya kenyataan pada waktu-waktu tertentu harga pasar saham merefleksikan pergerakan eaning ataupun pertumbuhan perusahaan. Pada strategi ini investor akan mencari momentum atau waktu yang tepat, pada saat perubahaan harga yang menjadi bisa memberikan keuntungan bagi investor melalui tindakaan menjual atau membeli saham. 

Berbagai Teknik untuk mencari momentum yang tepat dalam portfolio saham bisa delakukan. Salah satunya adalah dengan membuka peta (chart) pergerakan harga saham beberapa waktu untuk meramalkan apa yang akan terjadi pada harga saham tersebut di kemudian haru hari.

Contoh chart

Berbagai Teknik kuantitatif yang lebih vanggih dengan penggunaan teknologi computer sudah mulai digunakan untuk menentukan waktu yang paling tepat untuk membeli atau menjual saham. Data yang telah terjadi (ex-post-data) dipakai untuk mencari pola pergerakan saham dan mancari hubungan sebeb akibat antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya. 

Dalam kenyataannya strategi penentuan momentum harga saham merupakan isu yang masih kontroversial. Strategi ini memang popular digunakan oleh para praktisi, tetapi pertanyaannya adalah seberapa akurakah metode ini mampu meramalkan apa yang akan terjadi di kemuadian hari. 

Penulis blog

Tidak ada komentar