Beranda
Proses Dan Biaya Produksi - Ekonomi Manajerial
tulus_saktiawan
Januari 25, 2024

Proses Dan Biaya Produksi - Ekonomi Manajerial


Perusahaan serta organisasi nirlaba berada dalam bisnis operasi barang atau penyediaan jasa, dan operasi sukses mereka membutuhkan manajer untuk memilih dan optimum kuantitas dan jenis masukan (input) yang akan digunakan dalam proses produksi. operasi sukses dari suatu bisnis konsultasi, misalnya, membutuhkan kuantitas dan bauran tepat dari pekerja dengan optimum mensubstitusikan diantara bahan baku aku ini dan bahan baku lainnya seperti upah dan perubahan harga bahan baku lainnya.

Pada bab ini memberikan fondasi ekonomi yang dibutuhkan agar sukses dalam posisi manajerial seperti manajer produksi dan harga. konsep produksi dan biaya yang disajikan berikut juga penting secara independent, karena mereka berharap sebagai blok bangunan dasar untuk area bisnis termasuk sumber daya manusia, operasi, akuntansi manajerial, dan manajemen strategis.

A.   FUNGSI PRODUKSI

Fungsi produksi (production function) merupakan hubungan yang dirancang untuk mendefinisikan jumlah maksimum  keluaran yang dapat dihasilkan dengan serangkaian masukan. Secara matematis, fungsi produksi dituliskan sebagai :

Yakni, jumlah maksimum keluaran yang dapat dihasilkan dengan unit modal dan unit tenaga kerja.

Keputusan Jangka Pendek versus Jangka Panjang

Jangka pendek didefinisikan sebagai jangka waktu yang mana ada faktor tetap dari produksi. Fungsi produksi jangka pendek dapat dituliskan sebagai berikut :

Jangka panjang diartikan sebagai horizon yang mana manajer dapat menyesuaikan semua faktor produksi. Jika perusahaan membutuhkan tiga tahun untuk memperoleh modal mesin tambahan, jangka panjang untuk manajemennya adalah tiga tahun, dan jangka pendek adalah kurang dari tiga tahun.

Ukuran Produktivitas

Tiga ukuran yang paling penting dari produktivitas adalah produk total, produk rata-rata, dan produk marginal.

Ø  Produk Total

Produk total merupakan tingkat maksimum keluaran yang dapat dihasilkan dengan sejumlah tertentu masukan.

Ø  Produk Rata-Rata

Produk rata-rata merupakan sebuah ukuran keluaran yang dihasilkan per-unit masukan. Produk rata-rata (Average Product-Ap) dari satu masukan diartikan sebagai produk total dibagi dengan kuantitas masukan yang digunakan. secara khusus, produk rata-rata tenaga kerja adalah :


Dan, produk rata rata modal :

           

Ø  Produk Marginal

Produk marginal merupakan perubahan dalam total keluaran akibat unit terakhir dari masukan. Produk marginal dari modal (MpKsehingga merupakan perubahan dalam total keluaran dibagi dengan perubahan modal :


Produk marginal dari tenaga kerja (MpLadalah perubahan dalam total keluaran dibagi dengan perubahan tenaga kerja.


Peran Manajer Dalam Proses Produksi

Berproduksi pada fungsi produksi

Fungsi produksi menjelaskan keluaran maksimal yang mungkin yang dapat diproduksi dengan masukan tertentu. Untuk kasus tenaga kerja, ini berarti bahwa pekerja memberikan usaha maksimal. Untuk memastikan bahwa pekerja faktanya bekerja pada potensi penuh, manajer harus memberlakukan struktur insentif yang mendorong mereka memberikan level usaha yang diinginkan.

Menggunakan Level Masukan Yang Tepat

Peran kedua manajer adalah memastikan bahwa perusahaan beroperasi pada titik yang tepat pada fungsi produksi. Prinsipnya yaitu penggunaan masukan yang memaksimalkan laba. Untuk memaksimalkan laba, seorang manajer harus menggunakan masukan pada tingkat dimana manfaat marginal sama dengan biaya marginal. lebih spesifik, ketika biaya tiap unit tambahan tenaga kerja adalah (VMpL= w) , manajer harus terus mempekerjakan tenaga kerja sampai titik dimana dalam kisaran produk marginal yang menurun.

Bentuk  Aljabar dari Fungsi Produksi

Fungsi produksi linear

Fungsi produksi linear adalah sebuah fungsi produksi yang mengasumsikan hubungan linear sempurna antara semua masukan dan total keluaran.

Q = F(K,L) = aK + bL

Di mana a dan b adalah konstanta. Dengan fungsi produksi linear, masukan adalah substitusi sempurna. Ada hubungan linear sempurna antara semua masukan dan total keluaran.

Fungsi produksi Leontief

Fungsi produksi Leontief adalah sebuah fungsi produksi yang mengasumsikan bahwa masukan digunakan dalam proporsi yang tetap.

Q = F(K,L) = min {aK,bL}

Yang mana a dan b adalah konstanta. Fungsi produksi Leontief juga disebut fungsi produksi proporsi tetap karena mengimplikasikan bahwa masukan digunakan dalam proporsi tetap.

Contoh Soal: Insinyur di Morris Industries memproleh estimasi berikut atas fungsi produksi perusahaan. Q = F(K,L) = min {3K,4L}

Berapa banyakkeluaran yang dihasilkan ketika 2 unit tenaga kerja dan 5 unit modal digunakan.

Jawaban:

Kita secara sederhana menghitung F(5,2). Tetapi F(5,2) =min{3(5),4(2)} = min {15,8}. Karena minimum angka “15” dan “8” adalah “8”, kita mengetahui bahwa 5 unit modal dan 2 unit modal menghasilkan 8 unit keluaran.

Fungsi Produksi Cobb-Douglass

Fungsi Produksi Cobb-Douglass adalah sebuah fungsi produksi yang mengasumsikan tingkat tertentu kemampuan substitusi diantara maukan-masukan. Fungsi Produksi Cobb-Douglass dituliskan sebagai berikut:

Q = F (K,L) = Ka Lb

Dimana adan b adalah konstanta. Tidak seberti di dalam kasus fungsi linear hungan antara keluaran dan masukan tidak linear. Tidak seperti dalam Fungsi Produksi Leontief, masukan tidak perlu digunakan dalam proporsi yang tetap. Fungsi Produksi Cobb-Douglass menasumsikan adnya tingkat substitusi tertentu diantara masukan-masukan, meskipun bukan kemampuan substitusi yang sempurna.



Ukuran Aljabar Produktifitas

Dengan bentuk aljabar fungsi produksi, kita dapat menghitung beram ukuran produktivitas. Contohnya, kita mempelajari bahwa produk rata-rata dari masukan adalah keluaran yang dihasilkan dibagi dengan jumlah unit masukan yang digunakan. Konsep ini dengan mudah dapat di perluas ke proses produksi yang menggunakan lebih dari satu masukan.

Contoh: Seorang konsultan memberi Anda estimasi berikut dari fungsi produksi Cobb-Douglas perusahaan anda:

Q= F(K,L) = K1/2L1/2

Berapakah produk rata-rata tenaga kerja ketika 4 unit tenaga kerja dan 9 unit modal dipergunakan? Karena F(9,4) =  91/241/2 = (3)(2) = 6, kita mengetahui bahwa 9 unit modaldan 4 unit tenga kerja menghasilkan 6 unit keluaran.Jadi, produk rata-rata dari 4 unit tenaga kerja adalah APL = 6/4 = 1,5 unit .

Rumus : Produk Marginal untuk Fungsi Produksi Linear

Q = F(K,L) = aK + bL

Maka MPK= a , dan MPL = b

Contoh: Sebuah perusahaan menghasilkan keluaran yang dapat dijual pada harga $10. Fungsi produksi ditulis sebagai berikut : Q= F(K,L) = K1/2L1/2 , Jika modal adalah tetap pada unit dalam jangka pendek bearapa banyak tenaga kerja yang harus dipekerjakan perusahaan untuk memaksilkan laba jika tingkat upah adalah $2?

Dik :

Produk Marginal tenaga kerja = tingkat upah = L

Fungsi produksi Cobb-Douglas , MPL = b

a= ½ , b=1/2, dan K=1

Dit : kuantitas tenaga kerja yang memaksimalkan laba ?

Jawab:

MPL = 0,5L1/2-1

VMPL = P x MPL =5L1/2 = 5/L

Kemudian masukkan upah $2 , maka menjadi :

5/L = 2 , kemudian dua persamaan ini sama-sama dikuadratkan

Menjadi 25/ = 4, maka L = 6,25 unit

Isokuan

Isokuan yakni menentukan kombinasi masukan (K, dan L) yang menghasilkan level keluaran yang sama kepada produsen: yakni, kombinasi apapun dari modal dan tenaga kerja di sepanjang isokuan menghasilkan level keluaran yang sama.

Tingkat dimana tiap tenaga kerja dan modal dapat digantikan satu sama lain disebut tingkat substitusi teknis marginal (marginat rate of technical substitution-MRTS). MRTS dari modal dan tenaga kerja merupakan nilai absolut dari kemiringan dan sederhananya adalah rasio dari produk marginal :

MRTSKL = MPL / MPK

MRTS adalah tingkat dimana produsen dapat mensubstitusi antara dua masukan dan mempertahankan keluaran yang sama.

Hukum tingkat substitusi teknis marginall yang menurun, yaitu sifat dari sebuah fungsi produksi yang menyatakan bahwa semakin sedikit satu masukan digunakan, semakin banyak jumlah masukan lain yang harus digunakan untuk menghasilkan level keluaran yang sama.

Isocost

Isocost merupakan kurva yang menunjukkan sejumlah kombinasi input yang bisa dibeli dengan harga berlaku, sesuai dengan cost yang tersedia. Isocost juga bisa disebut garis anggaran belanja yang membatasi perusahaan untuk mengeluarkan biaya berlebih dalam produksi. Isocost merujuk pada kombinasi faktor produksi yang bisa dibeli oleh perusahaan dengan harga yang sama, apabila diketahui biaya faktor produksi serta pengeluaran lainnya. Kurva isocost digambar sesuai dengan faktor produksi yang akan dibeli perusahaan. Namun, biasanya garis vertikal dan horizontal dalam kurva ini diisi dengan (K) atau harga kapital serta (L) atau tenaga kerja (labor). Kurva ini digambarkan dengan garis lurus dari kiri atas ke kanan bawah.

Minimalisasi Biaya

Minimalisasi biaya adalah aturan dasar yang digunakan oleh produsen untuk menentukan campuran tenaga kerja dan modal apa yang menghasilkan output dengan biaya terendah. Dengan kata lain, apa metode pengiriman barang dan jasa yang paling hemat biaya dengan tetap mempertahankan tingkat kualitas yang diinginkan. Strategi keuangan yang penting adalah penting untuk memahami mengapa minimalisasi biaya penting dan cara kerjanya. 

·         Fleksibilitas fungsi produksi

Dalam jangka panjang , seorang produsen memiliki fleksibilitas atas semua aspek produksi — berapa banyak pekerja yang harus dipekerjakan, seberapa besar pabrik yang akan dimiliki, teknologi apa yang akan digunakan, dan sebagainya. Dalam istilah ekonomi yang lebih spesifik, produsen dapat memvariasikan jumlah modal dan jumlah tenaga kerja yang digunakannya dalam jangka panjang. Oleh karena itu, fungsi produksi jangka panjang memiliki 2 input: modal (K) dan tenaga kerja (L). Dalam tabel yang disediakan di sini, q mewakili jumlah output yang dibuat.

·         Pilihan proses produksi

Dalam banyak bisnis, ada sejumlah cara di mana kuantitas output tertentu dapat dibuat. Jika bisnis Anda membuat sweater, misalnya, Anda bisa memproduksi sweater dengan mempekerjakan orang dan membeli jarum rajut atau dengan membeli atau menyewa beberapa mesin rajut otomatis. Dalam istilah ekonomi, proses pertama menggunakan sejumlah kecil modal dan sejumlah besar tenaga kerja (yaitu, "padat karya"), sedangkan proses kedua menggunakan sejumlah besar modal dan sejumlah kecil tenaga kerja (yaitu, " padat modal "). Anda bahkan dapat memilih proses di antara 2 ekstrem ini. Mengingat bahwa sering ada sejumlah cara berbeda untuk menghasilkan kuantitas output tertentu, bagaimana perusahaan dapat memutuskan campuran modal dan tenaga kerja apa yang akan digunakan? Tidak mengherankan, perusahaan pada umumnya akan memilih kombinasi yang menghasilkan kuantitas output tertentu dengan biaya terendah.

·         Menentukan produksi termurah

Bagaimana perusahaan memutuskan kombinasi mana yang termurah?

Salah satu opsinya adalah memetakan semua kombinasi tenaga kerja dan modal yang akan menghasilkan kuantitas output yang diinginkan, menghitung biaya masing-masing opsi ini, dan kemudian memilih opsi dengan biaya terendah. Sayangnya, ini bisa menjadi sangat membosankan dan dalam beberapa kasus bahkan tidak memungkinkan. Untungnya, ada kondisi sederhana yang dapat digunakan perusahaan untuk menentukan apakah campuran modal dan tenaga kerja mereka meminimalkan biaya.

·         Aturan minimalisasi biaya

Biaya diminimalkan pada tingkat modal dan tenaga kerja sehingga produk marjinal tenaga kerja dibagi dengan upah (w) sama dengan produk marjinal modal dibagi dengan harga sewa modal (r). Secara lebih intuitif, Anda dapat memikirkan biaya yang diminimalkan dan, dengan perluasan, produksi menjadi paling efisien ketika output tambahan per dolar yang dihabiskan untuk setiap input adalah sama. Dalam istilah yang kurang formal, Anda mendapatkan "keuntungan yang besar" dari setiap masukan. Formula ini bahkan dapat diperluas untuk diterapkan pada proses produksi yang memiliki lebih dari 2 input. Untuk memahami mengapa aturan ini berhasil, mari pertimbangkan situasi yang tidak meminimalkan biaya dan memikirkan mengapa hal ini terjadi.

·         Ketika input tidak seimbang

Dalam situasi ini, setiap dolar yang dihabiskan untuk tenaga kerja menciptakan lebih banyak output daripada setiap dolar yang dihabiskan untuk modal. Jika Anda adalah perusahaan ini, tidakkah Anda ingin mengalihkan sumber daya dari modal ke tenaga kerja? Ini akan memungkinkan Anda menghasilkan lebih banyak keluaran dengan biaya yang sama, atau, secara ekuivalen, menghasilkan jumlah keluaran yang sama dengan biaya lebih rendah.

Tentu saja, konsep produk marjinal yang semakin berkurang menyiratkan bahwa pada umumnya tidak ada gunanya terus bergeser dari modal ke tenaga kerja selamanya, karena meningkatkan jumlah tenaga kerja yang digunakan akan menurunkan produk marjinal tenaga kerja, dan mengurangi jumlah modal yang digunakan akan meningkatkan marjinal. produk modal. Fenomena ini menyiratkan bahwa pergeseran ke input dengan lebih banyak produk marjinal per dolar pada akhirnya akan membawa input ke dalam keseimbangan minimalisasi biaya. Perlu dicatat bahwa input tidak harus memiliki produk marjinal yang lebih tinggi untuk memiliki produk marjinal yang lebih tinggi per dolar, dan mungkin ada baiknya untuk beralih ke input yang kurang produktif ke produksi jika input tersebut jauh lebih murah.


Substitusi Masukan Optimal

Untuk meminimalkan biaya produksi suatu tingkat keluaran tertentu, perusahaan harus menggunakan lebih sedikit satu masukan dan lebih banyak masukan lainnya ketika harga masukan tersebut naik.

Contoh :

Sebuah perusahaan awalnya memproduksi Q0 dengan menggunakan kombimasi input yang diwakili oleh titik A

Misal : tingkat upah naik = jumlah masukan, maka

·         Kurva isokos berputar searah jarum jam ke FH

·         Dengan kemiringan baru, cara meminimalkan biaya untuk mempertahankan keluaran adalah pada titik B, yang manan garis isokos IJ bersinggungan dengan Isokuan


B.   Fungsi Biaya

 fungsi biaya khususnya berharga karena memberikan informasi esensial yang dibutuhkan manajer untuk menentukan level keluaran yang memaksimalkan laba serta meringkas informasi mengenai proses produksi.



Biaya Jangka Pendek,

Jangka pendek = periode dimana jumlah beberapa masukan yang tetap.

Fungsi biaya jangka pendek adalah fungsi yang mendifinisikan biaya seminimum mungkin dari produksi yang setiap tingkat keluaran factor-faktor variable yang digunakan dengan cara meminimalkan biaya.

Jenis-jenis biaya:

-          Biaya Tetap / Fixed Cost (FC) = Biaya yang tidak berubah meskipun jumlah keluaran berbeda

-          Biaya Variabel  / Variabel Cost (VC) = Biaya yang berubah sesuai dengan perubahan keluaran

-          Biaya Total / Total Cost (TC) = Jumlah biaya tetap dan variabel

-          Biaya Penyusutan / Sunk Cost = Biaya yang hilang selamanya setelah dibayar.

 

Biaya Rata-rata dan Marginal

1). Biaya tetap rata-rata (Average Fixed Cost-AFC) didefinisikan sebagai biaya tetap (FC) dibagi jumlah unit keluaran:

AFC = FC/Q

Karena biaya tetap tidak berubah sesuai dengan keluaran, semakin banyak keluaran yang dihasilkan, biaya tetap dialokasikan pada keluaran yang semakin besar. Akibatnya biaya tetap rata-rata menurun secara kontinu seiring dengan bertambahnya keluaran.

2). Biaya variabel rata-rata memberikan ukuran dari biaya variabel per unit. Biaya variabel rata-rata (Average variabel cost-AVC) didefinisikan sebagai biaya variabel (VC) dibagi dengan jumlah unit keluaran.

AVC = VC(Q)/Q

3). Biaya total rata-rata adalah analog terhadap biaya variabel rata-rata, selain memberikan ukuran biaya total perunit. Biaya total rata-rata (average total cost-ATC) didefinisikan sebagai biaya total (TC) dibagi dengan jumlah unit keluaran.

ATC = AVC + AFC

ATC = TC(Q)/Q

4). Biaya Marginal (tambahan). Biaya Marginal (Marginal Cost-MC) Adalah biaya memproduksi satu unit tambahan keluaran, yakni perubahan dalam biaya karena unit terakhir keluaran:

MC = ∆C/∆Q

Hubungan Diantara Biaya-Biaya

Hubungan antara biaya total, biaya rata-rata dan biaya marjinal merupakan konsep dan pengukuran yang sangat penting dalam optimasi. Pada dasarnya, hubungan antara biaya total, biaya rata-rata dan biaya marjinal adalah sama, termasuk biaya, pendapatan, produksi dan laba.

Hubungan Biaya Total (TC), Biaya Rata-rata (AC) dan Biaya Marginal (MC) Perusahaan

AC  = TC / Q               MC = Ϫ TC / Ϫq

 

Ket       : TC  : total cost

              AC  : avarege cost

              MC : marginal cost

 

Hubungan antara biaya rata-rata dan biaya marjinal dapat dijelaskan dengan analogi sederhana. Alih-alih mempertimbangkan biaya, pertimbangkan skor dari serangkaian ujian. Misalkan nilai rata-rata poin Anda untuk suatu kursus adalah 85. Jika Anda mendapatkan 80 poin pada ujian berikutnya, nilai rata-rata Anda akan diturunkan dan nilai rata-rata Anda yang baru akan lebih rendah dari 85. Dengan kata lain, nilai rata-rata poin Anda akan menurun. Jika Anda mendapat skor 90 di ujian berikutnya, skor ini akan meningkatkan IPK Anda, dan IPK baru Anda akan melebihi 85. Dengan kata lain, nilai rata-rata Anda akan meningkat. Jika Anda mendapatkan 85 poin dalam ujian, skor rata-rata Anda akan meningkat kembali ke latar belakang biaya produksi, pertimbangkan biaya rata-rata kuantitas produksi tertentu sebagai rata-rata saat ini, dan biaya marjinal kuantitas itu sebagai skor untuk ujian berikutnya .

Orang biasanya berpikir bahwa biaya marjinal kuantitas tertentu adalah biaya tambahan yang terkait dengan unit terakhir yang diproduksi, tetapi biaya marjinal kuantitas tertentu juga dapat diartikan sebagai biaya tambahan unit berikutnya. Ketika menggunakan perubahan yang sangat kecil dalam jumlah produksi untuk menghitung biaya marjinal, perbedaan ini menjadi tidak relevan. Dengan analogi, ketika biaya marjinal lebih kecil dari biaya rata-rata, biaya rata-rata akan mengurangi jumlah produksi, dan ketika biaya marjinal lebih besar dari biaya rata-rata, jumlah produksi akan meningkat.

Bentuk Kurva Biaya Rata-Rata

Ketika biaya marjinal dari kuantitas tertentu sama dengan biaya rata-rata kuantitas itu, biaya rata-rata tidak akan berkurang atau meningkat. Ketika suatu perusahaan mencapai titik produksi, setiap unit tambahan tenaga kerja atau modal tidak berguna seperti sebelumnya.

Hubungan ini juga berarti bahwa biaya rata-rata dan biaya marjinal berpotongan pada kurva biaya rata-rata minimum. Hal ini karena ketika biaya rata-rata turun tetapi belum mulai meningkat, biaya rata-rata dan biaya marjinal bergabung menjadi satu.

 

Hubungan Antara Biaya Variabel Marjinal Dan Rata-Rata

Hubungan serupa ada antara biaya marjinal dan biaya variabel rata-rata. Ketika biaya marjinal lebih kecil dari biaya variabel rata-rata, biaya variabel rata-rata menurun. Ketika biaya marjinal lebih besar dari biaya variabel rata-rata, biaya variabel rata-rata meningkat.

Dalam beberapa kasus, ini juga berarti bahwa biaya variabel rata-rata berbentuk U, meskipun hal ini tidak dapat dijamin karena baik biaya variabel rata-rata maupun biaya marjinal tidak mengandung komponen biaya tetap.

Biaya tetap dan biaya tertanam

Perbedaan antara biaya tetap dan biaya tertanam yaitu bahwa biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah ketika keluaran berubah dan biaya tertanam yaitu biaya yang hilang selamanya begitu telah dibayarkan. Contoh biaya tetap antara lain yaitu biaya sewa,biaya penyusutan, gaji karyawan dan lain sebagainya sedangkan contoh biaya tertanam yaitu biaya yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan namun tidak tetap atau sesuai dengan perubahan jumlah produk yang diproduksi.

 

Biaya jangka panjang

Dalam jangka panjang, semua biaya adalah variabel karena manajer bebas menyesuaikan level semua masukan. Dalam Gambar dibawah ini, kurva biaya rata-rata jangka pendek ATC0, digambar dengan asumsi bahwa ada beberapa faktor produksi yang tetap.  Biaya total rata-rata dari level produksi keluaran , deengan faktor-faktor tetap dari produksi, adalah q(). Dalam jangka pendek, jika perusahaan menaikkan keluaran menjadi Q. perusahaan tidak dapat menyesuaikan faktor-faktor tetap, sehingga biaya rata-rata naik menjadi . Akan tetapi, dalam jangka panjang, perusahaan dapat menyesuaikan faktor-faktor tetap. Perhatikan bahwa kurva yang berlabel  itu sendiri merupakan kurva biaya rata-rata jangka pendek, berdasarkan level baru dari  masukan tetap yang telah dipilih untuk meminimalkan biaya produksi .Jika perusahaan ingin memperbanyak keluaran–misalkan , menjadi –perusahaan  akan mengikuti kurva  dalam jangka pendek ke () sampai sekali lagi mengubah faktor faktor tetapnya sehingga biaya rata-rata untuk  produksi  lebih rendah, yakni ().

Kurva biaya rata-rata jangka panjang (long-run average cost curve), disimbolkan LRAC dalam Gambar di bawah ini, mendefinisikan biaya rata-rata minimum produksi alternatif level keluaran, yang mengizinkan pemilihan optimum dari semua variabel produksi (faktor-faktor tetap maupun variabel). Kurva biaya rata-rata jangka panjang adalah simpul bawah dari semua kurva biaya rata-rata jangka pendek. Ini berarti bahwa kurva biaya rata-rata jangka panjang terletak di bawah setiap titik pada kurva biaya rata-rata jangka pendek, selain sama dengan setiap kurva biaya rata-rata jangka pendek pada titik di mana kurva jangka pendek menggunakan faktor-faktor tetap secara optimum.  Esensinya, kita dapat berpikir bahwa setiap kurva biaya rata-rata jangka pendek dalam gambar dibawah ini sebagai biaya rata-rata produksi dalam sebuah pabrik berukuran tetap. Dalam jangka panjang, manajer perusahaan bebas untuk memilih ukuran pabrik yang optimum untuk memproduksi tingkat keluaran yang diinginkan, dan menentukan biaya rata-rata jangka panjang dari produksi keluaran tingkat itu.

Skala ekonomi

Bahwa kurva biaya rata-rata jangka panjang dalam kurva skala ekonomi dan disekonomi berbentuk U. Ini mengimplikasikan bahwa awalnya penambahan keluaran mengizinkan perusahaan untuk memproduksi pada biaya rata-rata jangka panjang yang lebih rendah, seperti ditunjukkan untuk keluaran antara 0 dan Q*. Kondisi ini dikenal sebagai skala ekonomi (economies of scale). Ketika ada skala ekonomi, naiknya ukuran operasi menurunkan biaya rata-rata minimum. Sesudah satu titik, seperti Q* dalam kurva skala ekonomi dan disekonomi  kenaikan lebih jauh dalam keluaran menyebabkan kenaikan biaya rata-rata Kondisi ini dikenal sebagai skala disekonomi (diseconomies of scale), teknologi dalam suatu industri memungkinkan perusahaan untuk memproduksi tingkat keluaran yang berbeda pada biaya rata-rata minimum yang sama, seperti dalam skala hasil konstan. Kondisi ini disebut skala hasil konstan (constant return to scale).


Sebuah Pengingat: Biaya Ekonomi versus Biaya Akuntansi

Perbedaan antara biaya ekonomi dan biaya akuntansi.  Biaya akuntansi adalah biaya yang sering kali terkait dengan biaya produksi.  Contohnya, biaya akuntansi termasuk pembayaran langsung ke tenaga kerja dan modal untuk menghasilkan keluaran.  Biaya akuntansi adalah biaya yang tampak pada laporan keuangan perusahaan.  Biaya-biaya ini bukanlah satu-satunya biaya produksi satu barang. Perusahaan itu dapat menggunakan sumber daya yang sama untuk menghasilkan barang-barang lainnya.  Dengan memilih untuk memproduksi satu barang, produsen merelakan peluang untuk produksi barang lainnya.  Oleh karena itu, biaya produksi termasuk tidak hanya biaya akuntansi tetapi juga biaya peluang yang hilang karena produksi produk tertentu.

 

C.   FUNGSI BIAYA OUTPUT MULTIPEL

Economies Of Scope 

Economies of scope adalah pengurangan biaya unit produksi ketika perusahaan menghasilkan dua atau lebih produk menggunakan fasilitas produksi atau sumber daya yang sama. 

Manfaat economies of scope tidak hanya dari sisi biaya, tetapi juga diversifikasi. Itu memang menurunkan biaya melalui produksi beragam produk. 

Tapi, ada sisi manfaat lainnya. Perusahaan dapat menjual produk lebih bervariasi. Itu penting untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, yang mana juha bervariasi. Selain itu, perusahaan juga lebih fleksibel dalam mengantisipasi perubahan preferensi konsumen.

Dengan menjual beragam produk, perusahaan mengurangi risiko pelemahan permintaan di salah satu lini. Misalnya, pembuat mobil menghasilkan mobil konvensional dan mobil listrik. Penjualan mobil listrik mengkompensasi penurunan penjualan mobil konvensional ketika harga minyak melonjak. 

Menghitung economies of scope

Secara matematis, formula untuk economies of scope adalah sebagai berikut:

Di mana:

  • C(Qa) adalah biaya untuk memproduksi produk A secara terpisah. 
  • C(Qb) adalah biaya untuk memproduksi produk B secara terpisah.
  • C(Qa + Qb) adalah biaya untuk produksi produk A dan produk B secara bersama-sama.

S adalah persentase penghematan biaya ketika perusahan memproduksi barang A dan B secara bersama-sama. Ketika economies of scope ada, S akan lebih besar dari 0. Semakin tinggi nilai S, semakin tinggi potensi penghematan biaya. 

Baiklah, mari ambil contoh sederhana. Sebuah perusahaan memproduksi barang A dan barang B. 

Biaya untuk memproduksi 1.000 barang A secara terpisah adalah Rp50. Sementara itu, biaya untuk memproduksi 2.000 barang B secara terpisah adalah Rp30. Selanjutnya, biaya untuk menghasilkan 1.000 barang A dan 2.000 barang B secara bersama-sama adalah sebesar Rp100.000.

Dari data tersebut, kita tahu bahwa:

  • Total biaya barang A adalah sebesar Rp50.000 (1.000 x Rp50)
  • Total biaya produksi barang B adalah sebesar Rp60.000 (2.000xRp30)
  • Total biaya produksi barang A dan B secara bersama-sama adalah Rp100.000. 

Masukkan data-data tersebut ke dalam formula di atas. 

S = (Rp50.000+Rp60.000-Rp100.000)/Rp100.000 = 10%

Karena nilai S lebih dari nol, maka perusahaan dapat meraih economies of scope ketika memproduksi keduanya secara bersama-sama. Seberapa besar perusahaan dapat menghemat biaya? Mari kita bandingkan.

Ketika menghasilkan produk A dan B secara terpisah, perusahaan menanggung total biaya sebesar Rp110.000 (Rp50.000+Rp60.000). 

Tapi, jika memproduksi keduanya secara bersama-sama, perusahaan menanggung total biaya Rp100.000 atau 10% lebih rendah daripada memproduksi keduanya secara terpisah. Biaya lebih rendah karena perusahaan menggunakan mesin dan bahan baku yang sama.

Komplementaritas biaya

Komplementaritas biaya (cost complementarities) ada dalam fungsi biaya multi-produk ketika biaya marginal produksi satu keluaran berkurang ketika keluaran dari produk lainnya.

 


 

Penulis blog

Tidak ada komentar