Beranda
BAGAI MANA MERANCANGAN SEBUAH PRODUK DAN MENENTUKAN SELEKSI PROSESS MANUFAKTUR YANG AKAN DUGUNAKAN
tulus_saktiawan
Januari 25, 2024

BAGAI MANA MERANCANGAN SEBUAH PRODUK DAN MENENTUKAN SELEKSI PROSESS MANUFAKTUR YANG AKAN DUGUNAKAN

 PERANCANGAN PRODUK

produk adalah apapun yang bisa ditawarkan ke sebuah pasar dan bisa memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan. Dalam manufaktur, produk dibeli dalam bentuk barang mentah dan  dijual sebagai barang jadi.            

Rancangan Produk adalah hasil dari pengembangan suatu strategi bisnis (business strategy) dan merupakan kunci bagi kelangsungan hidup perusahaan. 

Bagai mana tahapan/Proses Desain Produk dilakukan

                       Penjelasan atas began diatas :

Step 1 : Pengembangan Ide (Idea Development)                                                                     

Ide terhadap produk dapat muncul dari dalam perusahaan seperti manajer produk atau teknisi  maupun dari luar perusahaan seperti pelanggan, pesaing, pemasok, dll.

Step 2: Penyaringan Produk (Product Screening)                                                            Selanjutnya tim penyaringan melakukan evaluasi terhadap realisasi ide produk menurut fungsi bisnis utama, seperti keuangan, pemasaran, dan operasi.

Step 3: Desain Awal dan Pengujian (Prelimenary Design and Testing) Pada tahap ini, desain produk yang telah dipilih diwujudkan dalam bentuk prototipe. 

Step 4: Desain Akhir (Final Design) Merupakan tahap perancangan akhir yang menguraikan antara lain, spesifikasi produk akhir, intruksi pemrosesan, pekerjaan yang harus dilakukan, peralatan dan bahan baku yang digunakan, serta pengaturan produksi lainnya.

Desain Untuk Customer, ada dua metode untuk merancang Desain Untuk Customer.yang pertama,Quality Function Deployment (QFD): metodologi proses perancangan dan pengembangan produk atau layanan yang mampu mengintegrasikan suara konsumen ke dalam proses perancangannya.

Yang kedua,Value Analysis/Value Engineering (VA/VE), marupakan pendekatan yang menganalisis apakah suatu produk yang dibuat itu bernilai atau tidak.

B.      SELEKSI PROSES (PROCESS SELECTION)

Selesksi proses mencakup serangkaian keputusan mengenai tipe atau jenis proses produksi dan pralatan tertentu yang digunakan. Proses dapat digolongkan dalam dua kategori besar, yaitu operasi berselang dan operasi berulang.

                       Struktur Proses Aliran (Process flow structure )

a.     Job Shop adalah struktur proses yang sesuai untuk volume produksi rendah dari berbagai macam variasi produk standar.

b.     Proses Batch adalah struktur proses yang memproduksi berbagai macam variasi produk standar secara relative terhadap volume yang rendah.

c.     Jalur Perakitan (Assembly Line) adalah struktur proses yang dirancang untuk membuat bagian-bagian tersendiri.

d.     Continuous Flow Process biasanya merupakan struktur proses otomatis yang mengubah bahan baku mentah ke barang jadi pada satu proses yang terus-menerus.

PERANCANGAN PROSES MANUFAKTURING

a.     Analisa aliaran proses (process flow analysis) adalah teknik untuk   meninjau         langkah pemrosesan dari input  sampai output dengan tujuan memperbaiki desain. Alat yang digunakan adalah bagan alir (process  flowchart), yaitu skema yang menggambarkan aliran proses.

b.     Bagan alir menggunakan berbagai simbol, seperti panah melambangkan aliran, segitiga melambangkan keputusan, segitiga terbalik melambangkan penyimpanan, dan persegi panjan melambangkan proses.


Fungsi penyimpanan dapat bekerja sebagai penyangga (buffer) bila diletakkan di antara dua fungsi proses.

Menurut peletakkan fungsi penyimpanan, maka proses produksi dapat dibedakan menjadi tiga macam:

a.     Make-to-stock                                                                                                                        Memproduksi produk standar untuk segera dikirimkan. Fungsi penyimpanan ada pada akhir aliran ketika barang telah jadi

b.     Assemble-to-order                                                                                           Memproduksi komponen standar yang siap dirangkai saat ada permintaan pelanggan. Fungsi penyimpanan ada pada tengah proses ketika barang masih setengah jadi.

c.     Make-to-order                                                                                                                        Memproduksi produk sesuai spesifikasi pelanggan seluruhnya setelah ada permintaan. Tidak ada funsi penyimpanan, barang dibuat dan langsung diberikan pada pelanggan.

METRIK KINERJA PROSES

 Merupakan pengukuran dari berbagai karakteristik proses untuk menginformasikan kinerja proses yang berjalan. Pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui tingkat efisiensi proses dan perubahannya sejalan waktu. 

Beberapa metric yang digunakan:

a.     Throughput Time                                                                                                               Mengukur rata-rata waktu produk selama dalam pemrosesan Process Velocity Mengukur proporsi waktu yang terbuang selama dalam pemrosesan.

b.    Productivity                                                                                          

      Mengukur jumlah output terhadap jumlah input.

c.    Utilization                                                                                                                             Mengukur proporsi antara waktu penggunaan terhadap waktu tersedia dari sumber daya.

d.     Efiiciency                                                                                        

      Mengukur kinerja output terhadap standar output.

pabrik virtual-untuk simulasi produksi (The virtual factory )

   The virtual factory dalah pemanufakturan dari produk yang masih berbentuk maya yang merupakan representasi dari fitur dan sifat dari produk yang    nyata. dengan bantuan komputer yang berkemampuan tinggi dan jaringan yang kuat, di dalamnya juga mengandung koordinasi antar komputer,  realisasi dari    desain produk, teknologi perencanaan, pemrosesan, pemanufakturan, analisis  kemampuan, pengecekan kualitas, dan kontrol pengaturan dari setiap produk    yang dimanufaktur yang bertujuan untuk melakukan penetuan keputusan dan pengontrolan di setiap prosedur dari   proses manufaktur tersebut.

Break-Even Analysis

      Break-event Analysis adalah pendekatan standar untuk memilih antara alternative proses dan perlengkapan. Metode ini sesuai ketika   proses dan perlengkapan memerlukan investasi awal dan biaya tetap (fixed cost) yang tinggi, dan ketika biaya variable proporsional terhadap  jumlah unit yang diproduksi.

Mengukur Kinerja Pengembangan Produk

     Ada bukti kuat bahwa perusahaan harus bisa merespon pasar yang selalu berubah agar dapat bertahan dalam kompetisi. Adanya bukit yang meyatakan kekuatan pasarlah yang dominan perusahaan harus siap dengan segala risiko dan harus mempunyai strategi yang jitu menangapi pasar dan  melawan kompetitor yang akan selalu berusaha menjatuhkan perusahan kita.

 

 

 

Penulis blog

Tidak ada komentar