Beranda
Model Oligopoli Dasar - Ekonomi Manajerial
tulus_saktiawan
Januari 25, 2024

Model Oligopoli Dasar - Ekonomi Manajerial


Sampai sekarang, analisis tentang pasar belum mempertimbangkan dampak dari perilkau setrategis dalam pengambilan keputusan manajer. Pada satu eksterm, kita menguji maksimalisasi laba di pasar persaingan sempurna dan persaingan monopolistic. Dalam jenis pasar tersebut, banyak perusahaan bersaing satu sama lain sehingga tidak ada perusahaan individu yang memiliki efek pada perusahaan lain di pasar. Pada titik ekstim yang lain, kita menguji maksimal laba pada pasar monopoli. Dalam hal ini, hanya ada satu perusahaan di pasar sehingga interaksi setrategis antar perusahaan tidak relevan.

Bab ini merupakan yang pertama dari dua bab yang akan mengkaji keputusan manajerial di pasar oligopoly. Di sini, kita berfokus pada keputusan dasar keluaran dan harga dalam empat tipe oligopoly: sweezy, cournet, stackejbers, dan Bertrand. Dalam bab berikutnya mengembangkan kerangka yang lebih umuum, untuk menganalisis keputusan lain, seperti iklan, penelitian dan pengembangan, masukan perusahaan dalam industry, dan sebaginya.

A. KONDISI OLIGOPOLI

Oligopoli (oligopoly) mengacu pada situasi dimana hanya terdapat sedikit perusahaan besar dalam suatu industri. Tidak ada angka pasti jumlah perusahaan yang diperlukan untuk oligopoli, tetapi jumlah tersebut biasanya antara 2 dan 10. Produk yang ditawarkan perusahaan dapat berupa produk yang identik (seperti dalam pasar persaingan sempurna) atau berbeda (seperti dalam pasar persaingan monopolistik). Oligopoli yang hanya terdiri atas dua perusahaan disebut duopoli.

Dari sudut pandang manajer, sebuah perusahaan yang beroperasi dalam oligopoli adalah yang paling sulit untuk dikelola. Alasan utamanya adalah bahwa ada beberapa perusahaan di pasar oligopoli dan manajer harus mempertimbangkan kemungkinan dampak dari keputusannya pada keputusan perusahaan lain dalam industri. Selain itu, tindakan perusahaan lain akan memiliki dampak pada keputusan optimal manajer. Perlu dicatat bahwa karena kompleksitas oligopoli, tidak ada model tunggal yang relevan untuk semua oligopoly.

B. PERAN KEYAKINAN DAN INTEGRASI STRATEGI

Figur 9-1 Permintaan sebuah perusahaan tergantung pada tindakan pesaing.

Sebagai titik acuan, misalkan perusahaan awalnya berada di titik B pada Figur 9-1 mengenakan harga P_0. Kurva permintaan D_1, didasarkan pada asumsi bahwa saingan juga akan mengubah harga, sementara D_2, didasarkan pada asumsi bahwa mereka tidak akan mengubah harga. Perhatikan bahwa permintaan lebih inelastis ketika saingan juga mengubah harga daripada ketika saingan tidak mengubah harga. Alasan untuk ini sederhana. Untuk penurunan harga yang diberikan. perusahaan akan menjual lebih banyak jika saingan tidak memotong harga mereka (D_2) daripada jika mereka menurunkan harga mereka (D_1). Akibatnya, penurunan harga meningkatkan kuantitas yang diminta hanya sedikit ketika saingan menanggapi dengan menurunkan harga mereka. Demikian pula, untuk kenaikan harga yang diberikan, perusahaan akan menjual lebih banyak ketika saingan juga menaikkan harga mereka (D_1) daripada ketika mereka mempertahankan harga yang ada (D_2).

C. MAKSIMAL LABA DALAM EMPAT KONDISI OLIGOPOLI

Oligopoli Sweezy

Suatu industri ditandai sebagai Oligopoli  Sweezy jika : 
  1. Ada beberapa perusahaan di pasar yang melayani banyak konsumen.
  2. Perusahaan menghasilkan produk yang terdiferensiasi.
  3. Setiap perusahaan percaya saingan akan memotong harga mereka sebagai respons terhadap penurunan harga tetapi tidak akan menaikkan harga mereka dalam menanggapi kenaikan harga.
  4. Ada hambatan masuk ke dalam industri.
Implikasi penting dari model Oligopoli Sweezy adalah bahwa akan ada rentang (CE) yang mana perubahan biaya marginal tidak memengaruhi tingkat keluaran yang memaksimalkan laba. Hal ini berbeda dengan perusahaan persaingan sempurna, persaingan monopolistik, dan monopoli yang semuanya meningkatkan keluaran ketika biaya marginal menurun. 

Oligopoli Cournot

Secara formal, suatu industri merupakan Oligopoli Cournot jika : 
  1. Ada beberapa perusahaan di pasar yang melayani banyak konsumen
  2. Perusahaan menghasilkan produk baik terdiferensiasi maupun homogen
  3. Setiap perusahaan percaya saingan akan mempertahankan keluaran mereka tetap konstan jika ada perubahan pada keluaran
  4. Ada hambatan masuk ke dalam industri
Berbeda dengan model Oligopoli Sweezy, Model Cournot relevan untuk pengambilan keputusan ketika manajer membuat keputusan keluaran dan percaya bahwa keputusan mereka tidak memengaruhi keputusan keluaran perusahaan saingan. Selain itu model Cournot berlaku untuk situasi baik untuk produk identik maupun berbeda. 

Fungsi Reaksi dan Ekuilibrium

Fungsi Reaksi dan Keseimbangan Sebuah fungsi yang mendefinisikan tingkat keluaran yang memaksimalkna laba bagi perusahaan untuk tingkat keluaran tertentu perusahaan lain. Untuk menentukan tingkat keluaran yang optimal, perusahaan satu menyamkan penerimaan marginal dengan biaya marginal. Secara khusus, semakin besar keluaran perusahaan dua, semakin besar harga pasar dan dengan demikian lebih rendah penerimaan marginal perusahaan satu. Ini berati bahwa keluaran yang memaksimalkan laba untuk perusahaan satu tergantung pada tingkat keluaran perusahaan dua keluaran yang lebih besar oleh perusahaan dua mengarah kekeluaran yang memaksimalkan laba yang lebih rendah untuk perusaaan satu. Hubungan antara keluaran tertentu dari perusahaan satu dan perusahaan dua ini disebut fungsi respons atau reaksi terbalik.

Fungsi respons – terbalik, juga disebut fungsi reaksi, ( best respounse ( or reaction )funtion ), mendefinisikan tingkat keluaran yang memaksimalkan laba untuk sebuah perusahaan untuk tingkat keluaran tertentu dari perusahaan lain. Secara formal, tingkat keluaran yang memaksimalkan laba untuk perusahaan satu ketika perusahaan dua memproduksi unit keluaran Q2 adalah

Q1 = r1 ( Q2 )

Demikian pula, tingkat keluaran yang memaksimalkan laba untuk perusahaan dua ketika perusahaan satu memproduksi unit keluaran Q1 adalah.

Q2 = r2 ( Q1 )

Fungsi reaksi cournot ( repons terbalik ) untuk duopoli diilustrasikan dalam figur 9 -3 yang man keluaran perusahaan satu diukur pada sumbu horizontal dan keluaran perusahaan 2 diukur pada sumbu vertikal.

Kurva Isoprofit.

Suatu fungsi yang mendefinisikan kombinasi keluaran semua perusahaan yang menghasikan tingkat laba yang sama. 

Alat dasar yang digunakan untuk meringkas laba suatu perusahaan di oligopoli adalah kurva isoprofit yang mendefinisikankombinasi keluaran dari semua perusahaan yang menghasilkan tingkat laba yang sama.

Figur 9-4 menyjikan fungsi reaksi untuk perusahaan 1 ( r1 ),bersama dengan kurva isoprofit. Empat aspek figur 9-4 yang penting untuk dipahami:

  1. Setiap titik pada kurva isoprofit menghasilkan tingkat laba yang sama di perusahaan 1. Misalnya, titik F, A, dan G semua terletak pada kurva isoprofit berlabel n; dengan demikian, setiap titik memiliki laba n, untuk perusahaan 1.
  2. Kurva isoprofit yang terletak lebih dekat dengan keluaran monopoli QM perusahaan 1 berhubungan dengan laba yang lebih tinggi bagi perusahaan itu. Misalnya, kurva isoprofit n, menyiratkan laba yang lebih tinggi daripada , dan n, menunjukkan laba 
  3. yang lebih tinggi daripada r,. Dengan kata lain, saat kita bergerak menuruni fungsi reaksi perusahaan 1 dari titik A ke titik C, laba perusahaan 1 meningkat. 3. Kurva isoprofit untuk perusahaan 1 mencapai puncaknya ketika memotong fungsi reaksi perusahaan 1. Contohnya, puncak kurva isoprofit n, adalah titik A, di mana kurva memotong r; puncak n, adalah titik B, di mana kurva memotong r1, dan seterusnya. 
  4. Kurva isoprofit tidak berpotongan satu sama lain.

Perubahan biaya marginal

alasan adanya perbedaan antara analisis oligopoly Cournot dan analisis oligopoly Sweezy adalah perbedaan dalam cara sebuah perusahaan memperkirakan bagaimana perusahaan lain akan merespons perubahan keputusan. Perbedaan ini menyebabkan perbedaan dalam cara seorang manajer harus menanggapi pengurangan biaya marginal perusahaan secara optimal. Jika manajer percaya perusahaa lain akan mengikuti penurunan harga tetapi tidak kenaikan harga, model Sweezy berlaku. Dalam hal ini, bahwa hal tersebut mungkin optimal untuk terus meghasilkan tingkat keluaran yang sama bahkan jika biaya marginal menurun. 

Kolusi

setiap kali pasar didominasi oleh hanya beberapa perusahaan, perusahaan bisa mendapatkan laba dengan mengorbankan konsumen dengan “sepakat” untuk membatasi produksi atau, dengan kata lain, untuk mengenakan harga yang lebih tinggi. Tindakan oleh perusahaan-perusahaan dikenal sebagai kolusi.

  WAWASAN BISNIS 9-1

Anggota OPEC Curang

Organisasi Negara - Negara Pengekspor Minyak Bumi ( OPEC ) secara rutin bertemu untuk mengatur kuota produksi minyak oleh negara - negara anggotanya. Negara penghasil minyak utama dunia bersaing sebagai oligopoli Cournot yang memilih kuantitas minyak untuk dipasok ke pasar setiap hari. Kuota yang ditetapkan oleh anggota OPEC merupakan perjanjian kolusi yang dirancang untuk mengurangi produksi minyak global dan meningkatkan laba anggotanya yang menghasilkan keseimbangan kompetitif. Namun, seperti yang ditunjukkan pada Figur 9-10, masing - masing negara anggota memiliki insentif yang kuat untuk "curang" dengan menambah produksi, mengingat bahwa anggota lain mempertahankan tingkat produksi rendah yang disepakati.

Akibatnya, seharusnya tidak mengejutkan bahwa OPEC memiliki sejarah panjang kecurangan anggotanya pada perjanjian mereka dengan melebihi kuota mereka. Pada tahun 2010 , lonjakan permintaan global untuk minyak memberikan insentif yang lebih besar untuk curang, menghasilkan enam tahun "kelebihan" oleh negara-negara anggota relatif terhadap tingkat yang disepakati.

Sumber: G. Smith dan M. Habiby, "OPEC Cheating Most Since 2004 As $ 100 Oll Heralds More Supply”, Bloomberg.com, 13 Desember 2010

Oligopoli Stackelberg 

Model Stackelberg adalah model pengambilan keputusan strategis di mana perusahaan-perusahaan diasumsikan membuat keputusan secara berurutan. Model ini digunakan untuk menjelaskan perilaku pengambilan keputusan strategis di pasar oligopoli. Dikenal juga dengan istilah model perusahaan dominan (dominant firm model).

Dasar Teori Model Stackelberg
Model ini mengasumsikan ada satu perusahaan yang menjadi pemimpin pasar dan sisanya adalah pengikut. Pemimpin diasumsikan bertindak secara strategis, memilih strategi yang memperhitungkan reaksi yang diharapkan pengikut. Pengikut dianggap bertindak tidak strategis, bereaksi terhadap strategi pemimpin tetapi tidak mampu mengantisipasi reaksi pemimpin.

Oligopoli Bertrand

Model Bertrand merupakan suatu industri dimana terdapat beberapa perusahaan yangmelayani para pelanggan; perusahaan-perusahan tersebut menghasilkan produk yang samadengan marginal costyang konstan; semua perusahaan bersaing harga dan bereaksi optimalterhadap harga para pesaing; pelanggan memiliki informasi yang sempurna dan tidak adabiaya transaksi; namun terdapat hambatan untuk memasuki pasar. Oligopoli Bertrand tidak disukai manajer oleh karena model ini menghasilkan zero economicprofit. Namun, oligopoli ini disukai oleh pelanggan karena memberikan hasil yang samadengan pasar persaingan sempurna. 

D. MEMBANDINGKAN MODEL OLIGOPOLI

untuk melihat lebih jauh bagaimana setiap bentuk Oligopoli mempengaruhi perusahaan bandingkan model yang tercakup dalam bab ini dalam hal keluaran perusahaan individu harga di pasar dan laba perusahaan untuk melakukannya Kita akan menggunakan kondisi permintaan pasar dan biaya yang sama untuk Setiap perusahaan ketika memeriksa hasil untuk masing-masing model fungsi permintaan pasar invers yang akan kita gunakan adalah

p = 1.000 – (Q1 + Q2)

Jadi fungsi biaya setiap perusahaan adalah sama dan dirumuskan sebagai berikut.

C1(Q1) = 4Q1

Jika, biaya marginal dari setiap perusahaan empat.

Cournet 

Fungsi laba bagi perusahaan cournet individu dengan fungsi permintaan invres dan biaya sebelumnya, yaitu.

Fungsi reaksi perusahaan oligopoly cournet adalah

Stackelberg 

dengan fungsi permintaan dan biaya ini, keluaran dari pemimpin Stackelberg 

Pengikut pengambil tingkat keluaran seperti yang diberikan dan diperoduksi secara fungsinya:

Bertrand 

Keseimbangan Bertrand mudah dihitung. Ingat bahwa perusahaan yang terlibat dalam persaingan Bertrand akhirnya menetapkan harga yang sama dengan biaya marjinal. Oleh karena itu, dengan fungsi permintaan dan biaya terbalik yang diberikan, harga sama dengan biaya marjinal ($ 4) dan keuntungan nol untuk setiap perusahaan. Total output pasar adalah 996 unit. Mengingat perusahaan simetris, setiap perusahaan mendapat setengah dari pasar.

Kolusi 

Akhirnya, kita akan menentukan hasil kolusi, yang menghasilkan ketika perusahaan Pilih output untuk memaksimalkan total keuntungan industri. Ketika perusahaan berkolusi, total industri Output adalah tingkat monopoli, berdasarkan kurva permintaan terbalik pasar. Sejak Kurva permintaan invers pasar adalah.

Jadi penerimaan marginalnya adalah.


E. CONTESTABLE MARKET 

Contestable market adalah sebuah teori yang menyatakan bahwa meskipun dalam suatu industri hanya terdapat satu atau sedikit perusahaan, tetapi dapat terjadi persaingan sempurna apabila pendatang baru bebas masuk dan keluar dari pasar tanpa biaya apapun.

Pasar bisa dikatakan contestable market apabila :

  1. Semua produsen memiliki akses teknologi yang sama.
  2. Konsumen merespon dengan cepat terhadap perubahan harga.
  3. Perusahaan yang ada tidak dapat secara cepat merespon persaingan dengan menurunkan harga.
  4. Tidak ada biaya tertanam.

Jika keempat kondisi dipertahankan , maka perusahaan dominan (perusahaan di pasar) tidak memiliki kekuatan pasar atas konsumen, yaitu, harga ekuilibrium sesuai dengan biaya marjinal, dan keuntungan ekonomi perusahaan adalah nol. Ini benar bahkan jika hanya ada satu perusahaan di pasar. Alasannya adalah sebagai berikut, Jika perusahaan yang ada mengenakan biaya lebih dari yang mereka perlukan untuk membayar biaya tersebut, perusahaan baru dapat dengan cepat memasuki pasar dengan teknologi yang sama dan membebankan harga yang sedikit lebih rendah daripada perusahaan yang ada.

Teori contestable market ini muncul di pasar di mana ada beberapa perusahaan tetapi perusahaan lain dapat masuk dan keluar dengan bebas. Berbeda dengan pasar oligopoli, perusahaan membutuhkan biaya yang sangat besar dan membutuhkan teknologi yang padat modal dalam proses produksinya, sehingga efisiensi hanya dapat dicapai pada produksi skala besar. Dalam teori ini dijelaskan perusahaan yang dapat masuk dan keluar

Penulis blog

Tidak ada komentar