Beranda
Merancang dan Mengelola Strategi dalam konteks Pemasaran Global
tulus_saktiawan
Januari 25, 2024

Merancang dan Mengelola Strategi dalam konteks Pemasaran Global


Pemasaran (marketing) adalah sebuah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, pemberian harga, promosi, dan distribusi ide, barang, dan jasa yang dapat menciptakan pertukaran (penjualan) yang memuaskan tujuan individu dan organisasi. Sedangkan pemasaran internasional adalah perpanjangan dari aktivitas-aktivitas tersebut dengan melintasi batas negara. Agar sebuah perusahaan dapat melakukan pemasaran yang baik, maka diperlukan manajemen pemasaran internasional yang baik. Manajemen pemasaran internasional merupakan sebuah area fungsional yang terintegrasi, antara manajemen sumber daya manusia, keuangan, akuntansi, dan manajemen operasional. Maksudnya, dalam hal ini keempat elemen tersebut saling mempengaruhi satu sama lain. Dalam menjalankan strategi pemasaran, tiap perusahaan dapat memilih mana yang paling sesuai bagi produk dan sasaran pasarnya. Cara ini sering disebut sebagai international business strategy yang menekankan pada cost leadership. Sebuah perusahaan juga dapat mengadopsi sistem lain yang disebut dengan focus strategy. Pada strategi ini, seorang manajer pemasaran akan fokus pada suatu segmen pasar tertentu atau wilayah tertentu. Misalnya saja, produsen jam tangan Swatch memfokuskan pasarnya pada kalangan remaja, sehingga kemudian pemasarannya juga sangat “anak muda”. Perbedaan strategi pemasaran ini merupakan preferensi masing-masing perusahaan, disesuaikan dengan pangsa pasar masing-masing produk

Adapun tujuan pemasaran adalah mengenal dan memahami langgan sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya. Idealnya pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga yang tinggal hanyalah bagaimana membuat produknya tersedia.

Strategi pemasaran adalah serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Faktor faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran adalah

  1. Faktor mikro,yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat.
  2. Faktor makro, yaitu demografi/ ekonomi, politik/hukum, teknologi/ fisik dan sosial/budaya. 

Sedangkan strategi dan kiat pemasaran dari sudut pandang penjual (4 P) adalah tempat yang strategis (place),produk yang bermutu (product), harga yang kompetitif (price) dan promosi yang gencar(promotion).

Sedangkan dari sudut pandang pelanggan (4 C) . dalah kebutuhan dan keinginan pelanggan (customer needs and wants), biaya pelanggan(cost to the cutomer),kenyamanan (convenience) dan komunikasi (communication)

Tujuan akhir dan konsep, kiat dan strategy pemasaran adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya (“Total Customer Statisfaction”). Kepuasan pelanggan sepenuhnya bukan berarti memberikan kepada apa yang menurut kita keinginan dari mereka, tetapi apa yang sesungguhnya mereka inginkan serta kapan dan bagaimana mereka inginkan.Atau secara singkat adalah memenuhi kebutuhan pelanggan.

Ada hubungan erat antara mutu suatu produk dengan kepuasan pelanggan serta keuntungan industri. Mutu yang lebih tinggi menghasilkan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi,sekaligus mendukung harga yang lebih tinggi dan sering juga biaya lebih rendah. Eksekutif puncak masa kini melihat tugas meningkatkan dan mengendalikan mutu produk sebagai prioritas utama, sehingga setiap industri tidak punya pilihan lain kecuali menjalankan manajemen mutu total (“Total Quality Management”).

Konsep Pemasaran

1. Kebutuhan, Keinginan dan Permintaan
2. Produk
3. Nilai, Biaya dan Kepuasan
4. Pertukaran, Transaksi dan Hubungan
5. Pasar
6. Pemasaran dan Pemasar

MENGELOLA LINI PRODUK DAN MEREK

Produk  adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan.

Produk-produk yang dapat dipasarkan meliputi barang fisik, jasa, pengalaman, peristiwa, orang, tempat, property, organisasi dan gagasan.

A. PRODUK DAN BAURAN PRODUK

Level Produk

Dalam merencanakan tawaran pasar, pemasar perlu berpikir melalui lima level produk. Tiap level menambahkan lebih banyak nilai pelanggan dan kelimanya membentuk hierarki nilai pelanggan.

Lima level produk :

  •         Manfaat inti (core benefit),
  •         Produk dasar (basic product)
  •         Produk yang diharapkan (expected product)
  •         Produk yang ditingkatkan (augmented product)
  •         Produk potensial (potential product)

Hierarki Produk

Tiap produk berkaitan dengan produk-produk lain tertentu. Hierarki produk terentang mulai dari kebutuhan dasar sampai produk-produk khusus yang memuaskan kebutuhan khusus.

Tujuh level hierarki produk :

  •         Rumpun kebutuhan (need family)
  •         Rumpun produk (product family)
  •         Kelas produk (product class)
  •         Lini produk (product line)

Ada dua istilah lain yang sering digunakan berkenaan dengan hierarki produk.

  1. Sistem produk (product system) adalah sekelompok produk yang berbeda tetapi saling berhubungan yang berfungsi dengan cara saling melengkapi. Misalnya, Company menjual kamera beserta satu set lensa, filter dan pilihan lain yang membentuk suatu sistem produk.
  2. Bauran produk (product mix atau product assortment) merupakan rangkaian dari seluruh produk dan varian produk yang ditawarkan satu penjual tertentu kepada para pembeli.

Klasifikasi Produk

Pemasar biasanya mengklasifikasikan produk berdasarkan karakteristik produk : daya tahan, keberwujudan, dan penggunaan (konsumen atau industri). Tiap jenis produk memiliki strategi bauran pemasaran yang sesuai.
  • Klasifikasi Daya Tahan dan Keberwujudan
  • Klasifikasi Barang Konsumen

KEPUTUSAN LINI PRODUK

a.Analisis Lini Produk
Dalam menawarkan lini produk, perusahaan biasanya mengembangkan kerangka dasar dan modul yang dapat ditambahkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang berbeda. Hal yang harus diketahui manajer lini produk yaitu:
  • Penjualan dan laba
  • Profil pasar

Manajer lini produk harus meninjau bagaimana lini itu diposisikan terhadap lini pesaing. Peta produk dapat membantu memperlihatkan item pesaing mana yang bersaing dengan barang suatu perusahaan. Manfaat lain pemetaan prduk adalah bahwa pemetaan produk mengindentifikasi segmen pasar.

b. Perpanjangan lini produk
Perpanjangan lini terjadi ketika perusahaan memperpanjang lini produknya di luar kisaran saat ini. Perusahaan dapat memperpanjang produknya ketiga bagian

c. Modernisasi, Penampilan, dan Pengurangan Lini
    Modernisasi lini
Lini produk harus di modernisasi. Masalahnya adalah apakah akan memperbaiki sepotong-sepotong atau seluruhnya sekaligus. Pendekatan sepotong-sepotong memungkinkan perusahaan melihat bagaimana sambutan pelanggan dan penyalur terhadap gaya baru. Pendekatan ini juga tidak terlalu menguras arus kas perusahaan, tetapi juga memungkinkan pesaing melihat perubahan dan mulai merancang kembali lini mereka sendiri. Masalah utamanya adalah perbaikan pemilihan waktu sehingga produk itu tidak tampil terlalu dini (merusak penjualan lini saat ii) atau terlambat (setelah persaingan telah menanamkan reputasi kuat untuk peralatan yang canggih)

KEPUTUSAN-KEPUTUSAN MENGENAI MEREK (BRAND DECISION)

Beberapa definisi pokok:
- Merek (brand). Suatu nama, istilah, tanda, lambang, atau disain, atau gabungan semua yang diharapkan mengidentifikasikan barang atau jasa dari seorang penjual atau sekelompok penjual, dan diharapkan akan membedakan barang atau jasa dari produk-produk milik pesaing.
  • Nama merek (brand name).
  • Tanda merek (brand mark).
  • Tanda merek dagang (trademark).
  • Hak cipta (copyright).
Penguatan Merek
Ekuitas merek diperkuat oleh tindakan pemasaran yang secara konsisten menyampaikan suatu merek dalam hal:
  1. Produk apa yang dipersentasikan oleh merek, apa manfaat inti yang diberikan, dan kebutuhan apa yang dipenuhi
  2. Bagaimana merek membuat produk menjadi unggul, dimana asosiasi merek yang kuat, disukai dan unik harus berada dalam pikiran konsumen.
    • Keputusan Penyediaan Merek
    • Penetapan Merek Produk
    • Keputusan  Merek Kelompok (Family-brand decision)





Penulis blog

Tidak ada komentar