Beranda
Manajemen Lingkungan Pengelolaan Limbah
tulus_saktiawan
Januari 25, 2024

Manajemen Lingkungan Pengelolaan Limbah

Perkembangan dan laju pertumbuhan manusia yang semakin meningkat mengakibatkan kebutuhan manusia cenderung bersifat antroposentris, dan memicu tumbuhnya berbagai jenis industry yang semata-mata hanya menopang kebutuhan manusia. Pertumbuhan industry yang semakin subur ini terus memicu jumlah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah yang dihasilkan oleh setiap industri. Mulai dari industry yang bersifat menufaktur hingga pertanian.

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestic (rumah tangga). Limbah juga bisa diartikan yaitu bahan sisa yang tidak diperlukan dan dibuang, limbah pada umumnya mengandung bahan pencemar dengan konsentrasi bervariasi. Bila dikembalikan kea lam dalam jumlah besar, limbah ini akan terakumulasi di alam sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem. Untuk mengurangi pencemaran akibat limbah maka dibutuhkan pengelolaan limbah. Pengelolaan limbah ini merupakan upaya merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi pendayagunaan limbah, serta pengendalian dampak yang ditimbulkannya. Upaya pengelolaan limbah tidak mudah dan memerlukan pengetahuan tentang limbah, unsur-unsur yang terkandung serta penanganan limbah. Selain itu perlu keterampilan mengelola limbah agar menjadi bahan yang ekonomi. Sehingga, dalam makalah ini akan membahas hal-hal terkait dengan limbah baik dari pengelolaan, penangannya, dan lain-lain.

A. Pengertian dan Ruang Lingkup Limbah

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water). Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

Kemudian ada macam-macam limbah, yaitu diantaranya Limbah cair, limbah padat, limbah gas dan partikel, dan limbah beracun. Yang mana limbah beracun terdiri dari :

  1. Limbah mudah meledak adalah limbah yang melalui reaksi kimia dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan. 
  2. Limbah mudah terbakar adalah limbah yang bila berdekatan dengan api, percikan api, gesekan atau sumber nyala lain akan mudah menyala atau terbakar dan bila telah menyala akan terus terbakar hebat dalam waktu lama.
  3. Limbah reaktif adalah limbah yang menyebabkan kebakaran karena melepaskan atau menerima oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi.

B. Prinsip Pengelolaan Limbah

Pengelolaan limbah memerlukan pengetahuan yang memadai, agar dalam pemnfaatannya tidak meneghasilkan limbah baru yang justru semakin menambah permasalahan dalam kehidupan. Dengan demikian, ada beberapa prinsip dalam mengelola limbah yaitu :

1. Mengurangi (Reduce)

Dalam hal ini, meminimalisir barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.

2. Menggunakan Kembali (Reuse)

Dalam hal ini, pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai, lalu buang.

3. Mendaur Ulang (Recycle)

Barang-barang yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi. Tidak semua barang bisa didaur ulang, tetapi saat ini sudah banyak industri kecil dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain contohnya kerajinan. Upaya melaksanakan mendaur ulang limbah (Recycle) menjadi karya kerajinan tangan, berarti sudah dapat mengatasi masalah lingkungan yang mengganggu kehidupan. 

C. Karakteristik Limbah

Dalam hal ini, limbah memiliki beberapa karakteristik umum. Diantaranya yaitu :

1. Berukuran Mikro

2. Bersifat Dinamis

3. Penyebarannya berdampak luas

4. Berdampak jangka panjang

Namun jika dilihat dari jenis karakteristik limbah dapat dibagi menjadi tiga yaitu :

  • Karakteristik Fisik, Karakteristik fisik terbagi menjadi zat padat, bau, suhu, dan warna kekeruhan.
  • Karakteristik Kimia, Karakteristik kimia terdiri dari bahan organic, BOD (Biological Oxygen Demand), DO (Dissolved Oxygen), COD (Chemical Oxygen Demand), PH (Puissance d’Hydrogen Scale), dan logam berat.
  • Karakteristik biologi, Karakteristik bologi dugunakan untuk mengukur kualitas air terutama air yang dikonsumsi sebagai air minum dan air bersih.

D. Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Limbah

1. Volume

Air kualitas limbah ditentukan dari banyaknya parameter dalam limbah dan konsentrasi setiap parameter. Semakin banyak volume air yang bercampur dengan limbah semakin kecil konsentrasi pencemar. 

2. Kualitas Air

Kualitas air badan penerima mengandung bahan/senyawa tertentu sebelum menerima buangan. Kualitas tersebut menetapkan arah penggunaan air. Adanya bahan pencemar yang sama, tidak akan mempengaruhi konsentrasi bahan dalam air penerima. Tetapi bila konsentrasi bahan pencemar dalam limbah lebih besar dari konsentrasi bahan pencemar dalam badan penerima (kemungkinan juga tidak ada), maka konsentrasi bahan pencemar setelah bercampur akan menjadi lebih kecil.

3. Kegunaan Air

4. Kepadatan Penduduk

5. Lingkungan

6. Volume Air Limbah

7. Frekuensi Pembuangan Limbah

E. Dampak dari Pencemaran Limbah

Kehadiran limbah yang menimbulkan dampak negative bagi manusia maupun lingkungan, maka perlu dilakukan penanganan terhadap limbah tersebut. Para pelaku industry, diharapkan tidak hanya memikirkan keuntungan yang banyak saja dan mengesampingkan pengelolaan limbah hasil industri. Berikut beberapa dampak yang muncul akibat kurangnya penanganan limbah :

  • Dapat meyebabkan timbulnya jamur pada kulit, kudis maupun kurap
    • Dapat menimbulkan infeksi cacing pita
    • Dapat berakibat pada hilangnya nyawa seseorang
    • Penyebaran virus yang berasal dari sampah yang tidak diolah dengan benar
  • Dampak bagi Lingkungan
    • Limbah cair yang masuk ke sungai dapat membuat pencemaran pada air yang mengandung banyak virus penyakit
    • Pengelolaan limbah yang kurang baik juga akan menyebabkan lingkungan kurang nyaman
    • Limbah rumah tangga yang dibuang ke sungai dapat menyebabkan terjadi banjir
    • Limbah yang dibuang kedalam air dapat menghasilkan asem organic dan gas cair organic seperti metana yang dapat membahayakan
    • Limbah industry yang mengandung logam, minyak, toksin organic dan zat lainnya dapat mengurangi kandungan oksigen dalam air sehingga mengganggu okosistem dalam air

F. Hal yang Dapat Menanggulangi Limbah

1. Menekan konsumsi energy listrik

2. Kurangi penggunaan pendingin ruangan

3. Tinggalkan kantong plastik

4. Olah sampah organik menjadi kompas

5. Daur ulang barang tidak terpakai

6. Batasi pemakaian deterjen untuk mengurangi limbah cair

7. Memproses limbah pabrik dengan cara yang benar dan ramah lingkungan



Penulis blog

Tidak ada komentar